Mendengarkan Petunjuk Membuat Sesuatu

1. Mendengarkan Petunjuk Membuat Kliping
Pernahkah kamu membaca kliping? Kliping adalah kumpulan
artikel, puisi, resep masakan, cerita, dan lain-lain yang
diperoleh dari majalah atau koran. Biasanya kliping dikelompokkan
berdasarkan jenisnya, misalnya, sejarah, puisi, cerita,
dan resep masakan.
Perihal cara membuat kliping, perhatikan petunjuk membuat
kliping berikut ini. Petunjuk tersebut akan dibacakan gurumu.
Tutuplah buku ini serta perhatikan dengan cermat pembacaan
oleh gurumu itu.
a. Pertama-tama kita siapkan alatnya, yaitu kertas folio, lem, spidol
warna-warni, gunting, dan penggaris. Bahan untuk kliping cari
dari majalah, koran, tabloid, dan bacaan lainnya.
b. Selanjutnya, dari bahan-bahan kliping tadi, pilih bacaan yang
akan dikliping. Setelah ditemukan bahan yang dimaksud,
gunting dan tempelkan di kertas folio. Agar lebih menarik,
kombinasikan antara potongan yang besar dan yang kecil.
c. Setelah semua tertempel rapi, hiasilah bagian kertas yang
masih kosong dengan gambar-gambar yang menarik. Jilidlah
kertas yang telah tertempel bahan bacaan tadi dan berilah
sampul. Tulislah judul pada sampulnya sesuai isi kliping
itu.
2. Membuat Kliping
Coba buatlah kliping tentang puisi anak yang dimuat di koran!
Serahkan kliping karyamu kepada guru untuk selanjutnya
disimpan di perpustakaan sekolah sebagai penambah bahan
bacaan!
Kegiatan 79
B. Menceritakan Pengalaman
Setelah mempelajari materi berikut ini, kamu diharapkan dapat menceritakan
pengalaman yang mengesankan dengan menggunakan kalimat yang runtut dan
menanggapi cerita teman.
1. Membaca Cerita Pengalaman Lucu
Bacalah dengan cermat cerita pengalaman lucu berikut ini!
Peristiwa ini aku alami seminggu sebelum Hari Idul Fitri
setahun yang lalu. Saat itu pamanku dari Palembang mengabarkan
akan pulang untuk berlebaran di rumah nenek di
Pekanbaru.
Kebetulan aku, ayah, ibu, kakak, dan adik masih tinggal
serumah dengan nenek. Pada hari yang ditentukan, kami
sekeluarga menjemput paman di bandara. Jadwal kedatangan
pesawat dari Palembang pukul 19.00.
Kami sekeluarga agak tergesa-gesa karena tidak ingin
Paman terlalu lama menunggu di bandara. Begitu sampai
di bandara, aku berlari-lari kecil paling depan dengan harapan
dapat menyambut paman sekeluarga lebih dahulu. Akan
tetapi, saat melewati pintu masuk utama bandara, aku menabrak
pintu kaca! Pintu kaca itu sangat bening sehingga
tidak terlihat olehku dan aku tabrak. Aku tidak menyangka
kalau ada kaca di situ. Kupikir, pintunya telah terbuka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s