Menirukan Dialog dalam Naskah Drama

1. Contoh Naskah Drama Anak
Bacalah contoh naskah drama anak berikut ini!
Beberapa anak berada di atas panggung. Mereka mengelilingi
penjual makanan. Mereka adalah Tono, Didit, dan Ari.
Mereka membicarakan pengalamannya pergi ke desa. Tibatiba
seorang anak datang. Anak itu adalah siswa baru di sekolah
mereka, pindahan dari sekolah lain.
Tono : (Sambil tangannya mengambil jajanan) Eh, Temanteman,
aku kemarin pergi ke desa. Aduh, ternyata
desa itu tenang sekali suasananya.
Ari : (Menghampiri Tono dan Didit) Ya, memang benar
kata Tono. Desa itu keadaannya tenang, tidak bising
seperti di kota.
Tono : Aku pikir, desa itu tidak mengenakkan karena
keadannya sepi; tidak ada penerangan, tidak ada
hiburan,dan tidak ada supermarket, tapi ternyata
….
Didit : Ternyata sebaliknya, ‘kan? Apa kamu tidak pernah
melihat berita televisi atau membaca koran, Ton?
Ari : Iya … di koran ‘kan sering disebutkan listrik masuk
desa, televisi masuk desa, dan masih banyak lagi
tentang kemajuan desa.
Di tengah-tengah percakapan itu, tiba-tiba datang seorang
anak laki-laki sebaya dengan mereka.
Sigit : (Sambil membungkukkan badan) Selamat siang,
Kak. Di mana ruang kepala sekolah?
Tono : (Berlagak sok) Cari saja sendiri!
Ari : (Agak jengkel) Hai … Ton, jangan begitu! Dia tanya
baik-baik, malah kamu jawab ketus.
Tono : Ah … biar saja, memangnya aku pikirin?
Ari : (Sambil mengulurkan tangan kepada anak baru itu)
Selamat siang, Dik. Kenalkan, saya Ari. Kamu siapa?
Pengalaman 121
Sigit : (Sambil mengulurkan tangan juga) Saya Sigit. Saya
datang dari desa. Saat ini desa saya hancur akibat
gunung meletus. Saya tidak punya siapa-siapa. Saya
mengungsi di daerah ini.
Tono : (Dengan wajah menyesal) Aku Didit. Keperluanmu
ke sini untuk apa?
Sigit : Kalau boleh, aku akan belajar di sini sampai desaku
pulih.
Didit : Kalau begitu, ayo kita menghadap kepala sekolah.
Tono : (Sambil menggandeng lengan Sigit) Ayo, kita ke ruang
kepala sekolah!
Mereka berjalan bersama-sama ke ruang kepala sekolah.
2. Memperagakan Drama
Bentuklah kelompok dalam kelasmu sesuai jumlah pemain
dalam drama di atas! Tentukan temanmu yang akan memerankan
tokoh Tono, Didit, Ari, dan Sigit! Selanjutnya, perankan tokohtokoh
tersebut dan ucapkan dialog masing-masing! Lakukan
dengan mimik (ekspresi) yang tepat!
3. Menggunakan Kata Tanya
Coba perhatikan kembali naskah drama di atas. Pada naskah
itu terdapat pertanyaan berikut.
a. Apa kamu tidak pernah melihat berita televisi atau membaca
koran?
b. Siapa nama kamu?
Kedua kalimat tersebut menggunakan kata tanya ”apa” dan
”siapa”.
a. Digunakan untuk menanyakan apakah kata tanya ”apa” dan
”siapa”?
b. Buatlah pertanyaan dengan kata tanya ”apa” dan ”siapa”
berdasarkan cerita drama di atas tadi!
c. Jawab dan kerjakan di buku tugasmu!
122 Bahasa Indonesia 3 SD dan MI
B. Menceritakan Pengalaman yang Didengar
Setelah mempelajari materi berikut ini, kamu diharapkan dapat menceritakan
peristiwa yang pernah dialami, dilihat, atau didengar secara lisan serta memberikan
tanggapan sederhana.
1. Menceritakan Pengalaman
Perhatikan contoh cerita pengalaman yang dialami temanmu
berikut ini!
Peristiwa ini terjadi pada bulan puasa. Siang itu aku baru
pulang sekolah. Rasa haus dan kantuk menyerang. Setelah
meletakkan tas dan membasuh kaki, aku tiduran di atas kursi
panjang yang ada di depan televisi. Aku pun lalu tertidur pulas.
Di tengah tidurku, aku mendengar suara azan menggema.
Aku pun terbangun dan segera lari ke dapur. Aku membuat
sirup dan mengambil makanan yang ada di atas meja. Setelah
itu, aku duduk kembali di depan televisi sambil menikmati
makanan dan minuman.
Saat sedang enak-enaknya makan dan minum, ayah dan
ibu pulang dari kantor. Beliau berdua heran melihat aku makan
dan minum.
“Kamu tidak puasa, Don?” tanya Ayah.
“Puasa, Yah! Ini ‘kan baru buka. Kenapa Ayah dan Ibu
baru pulang? Azan magrib ‘kan sudah dari tadi?” kataku, balik
bertanya.
“Apa katamu? Azan magrib? Coba keluar sebentar!” kata Ayah.
Aku pun bergegas keluar. Aku terkejut bukan main. Ternyata
hari masih sore! Jadi … suara azan tadi? Ah …, ternyata
suara azan itu adalah suara di televisi. Ah …, bodohnya aku!
(Ekarasta, 2006)
Tujuan Pembelajaran
Pengalaman 123
Kamu pasti mempunyai pengalaman yang menarik dan berkesan,
bukan? Pengalaman itu tentu ada yang menyenangkan,
mengharukan, menyedihkan, dan sebagainya. Coba ceritakan
pengalamanmu yang menarik tersebut secara lisan di depan
kelas agar teman-temanmu mengetahuinya!
2. Menanggapi Cerita Teman
Setelah mendengar cerita temanmu tadi, berikan tanggapanmu
dengan menanyakan hal-hal yang menarik! Selain itu,
berikan komentar tentang hal berikut ini:
– Bagaimana sikap temanmu pada saat bercerita?
– Bagaimana keberanian temanmu bercerita di depan kelas?
– Apakah ceritanya berurutan atau tidak?
C. Membaca Intensif
Setelah mempelajari materi berikut ini, kamu diharapkan dapat membaca intensif
teks, kemudian mengajukan dan menjawab pertanyaan.
1. Membaca Intensif Teks
Bacalah teks berikut ini dengan cermat!
Menolong Korban Bencana Alam
Siang itu Santi baru tiba di rumah. Setelah ganti baju
dan mencuci kaki, ia melepas lelah di depan televisi. Sambil
melepas lelah, mata dan telinganya tak lepas dari berita
yang ditayangkan di televisi.
Tujuan Pembelajaran
124 Bahasa Indonesia 3 SD dan MI
Dari berita televisi, ia dapat mengetahui bahwa di manamana
terjadi banjir, gempa, dan tanah longsor. Dalam hati
ia berkata, “Kasihan mereka yang rumahnya terendam banjir.
Seandainya aku dapat menolong mereka, apa yang dapat
kulakukan untuk meringankan penderitaan mereka?”
Keesokan harinya, ia memberitahukan berita dari televisi
itu kepada teman-temannya di kelas. Ia mengajak temantemannya
untuk ikut membantu para korban.
“Kasihan mereka. Aku membayangkan, bagaimana jika
kejadian itu menimpa kita. Aku mempunyai rencana untuk
memberi sedikit sumbangan kepada mereka,” kata Santi.
“Ah …, kamu mau cari perhatian saja, biar disayang Pak
Guru. Begitu maksudmu, ‘kan?” seru Tono.
“Hai …, Ton! Jangan menuduh begitu! Maksud Santi bagus,
aku setuju dengan pendapat Santi,” kata Dito.
“Terserah kamu saja, aku tidak akan membantu. Lebih
baik uangku kugunakan untuk jajan daripada membantu
korban bencana banjir. Benar tidak, teman-teman?” tanya
Tina dengan maksud menghasut teman-temannya.
“Setuju …!” sahut beberapa anak serempak.
Santi tidak kehabisan akal. Ia mengajak teman-temannya
yang sependapat dengannya, seperti Dito, Lina, dan Cici,
untuk berunding. “Bagaimana kalau kita mengusulkan pendapat
kita kepada Pak Guru?” tanya Santi.
“Aku setuju, biar nanti Pak Guru yang mengajak temanteman
lain untuk membantu korban banjir,” kata Lina.
Mereka pun menuju kantor guru. Santi mengusulkan agar
anak-anak di SD Cempaka Putih itu diajak untuk membantu
korban bencana alam dengan cara menyumbangkan uang,
pakaian bekas, atau yang lain. Bantuan akan disalurkan lewat
PMI. Ia juga mengusulkan agar yang menyerahkan sumbaPengalaman
125
ngan ke PMI itu adalah Tono. Pak Guru setuju dan segera
mengumumkan kepada anak-anak untuk mengumpulkan
uang dan pakaian bekas.
Mendengar hal itu, Tono marah. Ia jengkel kepada Santi
karena mengusulkan kepada Pak Guru untuk menyumbang korban
bencana banjir. Tono dan beberapa temannya tetap menolak
untuk menyumbang.
Uang dan barang telah terkumpul, kemudian Pak Guru
memanggil Tono dan teman-temannya untuk menyerahkan
sumbangan itu ke PMI. Tono kaget mendapat tugas dari Pak
Guru itu. Ia sangat malu karena tidak mau ikut menyumbang.
Ia malu kepada Santi dan teman-temannya karena telah
menuduhnya mencari perhatian.
Tono kemudian minta maaf kepada Santi. Ia akhirnya
ikut mendukung Santi dengan cara mengajak temantemannya
ikut menyumbang. Tono, Santi, Lina, dan Cici
berangkat bersama-sama ke PMI untuk menyalurkan
bantuan itu.
(R. Nirbaya, 2006)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s